Bugul Kidul, NU Kota Pasuruan
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke X SMP LP Ma’arif NU Kota Pasuruan, Ahad (13/07/2025).
Ketua PCNU Kota Pasuruan, Gus H. M. Nailurochaman dalam sambutannya menyampaikan refleksi mendalam mengenai perjalanan kepemimpinannya selama satu periode terakhir. Ia menekankan bahwa jabatan di NU bukanlah soal kemenangan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
“Saya tidak pernah merasa menang dalam jabatan ini. Bahkan sejak awal saya merasa ini seperti jebakan. Tapi ini amanah yang tidak mungkin saya tolak, dan juga tidak mungkin saya biarkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sejak menjadi Ketua PCNU Kota Pasuruan, dirinya memahami bahwa jalan pengabdian di NU penuh tantangan. Namun jasa para ulama menjadi penguat untuk terus menjalankan tugas.
“NU tidak pernah berdiri untuk merebut kekuasaan. Dari dulu sampai sekarang, NU ada untuk menyelamatkan umat, menjaga akidah, dan menjadi petunjuk umat serta bangsa,” terangnya.
Gus Amak sapaan akrabnya mengatakan tantangan NU di kawasan perkotaan, terlebih dalam menghadapi generasi Z dan Alpha di era digital dan disrupsi.
“Kita hidup di era perubahan cepat. Maka NU harus adaptif, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai aswaja, sebagai respons terhadap perubahan zaman,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh lembaga, banom, dan ranting untuk terus bersinergi dan berkolaborasi. Menurutnya, penguatan komunikasi antarstruktur merupakan kunci keberhasilan gerakan keummatan NU ke depan.
“Harus ada sinergi dari banom dan lembaga karena semuanya memiliki tujuan yang sama,” terangnya.
Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung kinerja PCNU, termasuk instansi pemerintah, lembaga pendidikan, Lapas, dan DPRD Kota Pasuruan.
“Program dakwah di Lapas misalnya, tetap berjalan meski ada pergantian Kalapas. Ini semua karena kemauan kolektif untuk terus menghadirkan manfaat. Saya juga mengapresiasi dukungan dari Fraksi PKB dan banyak pihak lainnya yang konsisten membersamai NU,” katanya.
Konfercab kali ini, lanjutnya, bukan hanya ajang memilih pemimpin baru, tapi juga forum konsolidasi dan perumusan agenda keummatan yang lebih progresif.
“Harapan kami, Konfercab X ini berjalan lancar, menghasilkan kepemimpinan yang semakin kuat, serta memperkuat kiprah NU dalam melayani masyarakat Kota Pasuruan,” pungkasnya.